Pengukuhan Guru Besar Tetap Prof. Leksmono Suryo Putranto, M.T., Ph.D.

Universitas Tarumanagara (Untar) mengukuhkan Prof. Leksmono Suryo Putranto, MT, Ph.D sebagai guru besar bidang Ilmu Transportasi/Rekayasa Lalu-lintas Fakultas Teknik  Untar, di auditorium Untar, Selasa (1/4). Acara pengukuhan berlangsung dalam rapat terbuka senat guru besar Untar dipimpin Rektor Prof. Ir. Roesdiman Soegiarso, M.Sc. Ph.D.

Dalam orasi ilmiah yang berjudul “Transportasi Perkotaan yang Berkeselamatan dan Berkelanjutan” disampaikannya bahwa untuk mengatasi masalah transportasi di Jabodetabek perlu dilakukan upaya terpadu. Intinya selain peningkatan kapasitas dan kualitas pelayanan angkutan umum, perlu dilakukan pengendalian tata guna lahan (agar tidak melampaui daya dukung kota dan harus pro Transit Oriented Development, TOD agar investasi angkutan umum cepat-massal menjadi layak), pengendalian perjalanan dengan mengatur harga BBM, pajak kendaraan dan biaya parkir serta subsidi untuk peningkatan kuantitas dan kualitas pelayanan angkutan umum.Pada bagian lain orasinya  disampaikan bahwa guna memastikan kesinambungan pengembangan angkutan umum, perlu diwujudkan kebijakan ear marking yang memungkinkan pungutan pajak dari transportasi (ERP, pajak BBM, BPKB, STNK dll) dapat dikembalikan seutuhnya untuk pengembangan angkutan umum. Hal ini masih belum dimungkinkan di Indonesia karena semua pendapatan harus dimasukkan dulu ke kas negara dan pendistribusiannya tidak berdasarkan sektor perolehannya. Prof. Leksmono juga menyoroti masih kurang memadainya penyediaan lajur khusus sepeda dan prasarana pejalan kaki yang aman dan nyaman. Menurutnya  berbagai studi transportasi di Jabodetabek, sekitar 40% perjalanan sehari-hari masyarakat dilakukan dengan berjalan. Sayangnya proporsi pergerakan yang sangat signifikan ini tidak dilayani dengan parasarana yang memadai. Rektor Untar dalam sambutannya menyatakan bahwa menjadi guru besar harus diikuti kontribusi kepada masyarakat melalui ilmu yang dimilikinya.  Menurutnya, negara yang kuat akan dihargai bangsa lain dan  untuk mencapainya harus ditopang perguruan tinggi yang kuat.  Dan untuk menjadi perguruan tinggi yang kuat harus  didukung pengajar, guru besar dan penelitian yang kuat pula.
Prof. Leksmono Suryo Putranto, MT, Ph.D  lulus sebagai sarjana teknik sipil dari Universitas Indonesia dan melanjutkan studi magister mengenai sistem dan teknik jalan raya  dari  ITB.  Gelar Ph.D diraih dari Institute for Transport Studies, The University of Leeds, Inggris.  Selain mengajar berbagai mata kuliah di bidang lalu-lintas, angkutan umum dan transportasi pada umumnya di program sarjana, magister dan doktor Teknik Sipil Universitas Tarumanagara, yang bersangkutan menulis berbagai buku terkait transportasi dan lalu-lintas juga menghasilkan karya ilmiah dan memperoleh hibah penelitian/ hibah seminar internasional Dikti  antara lain The Performance of Transportation Projects (2006-2010) pada 8th International Conference on Traffic and Transportation Studies Changsha Cina,  Vehicle Composition and Lane Distribution in Multilane Highways in Indonesian Cities pada 6th International Symposium on Highway Capacity and Quality of Services, Stockholm Swedia, Penanganan Perilaku Beresiko Pengemudi Sepeda Motor Indonesia, dan Penyesuaian Koefisien Distribusi Kendaraan pada Petunjuk Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur berdasarkan Analisis Distribusi Arus Lalu-Lintas pada Lajur-Lajur Jalan.  Prof. Leksmono  pernah terpilih menjadi dosen Berprestasi I Kopertis Wilayah III. (YS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *